Suatu ketika Ksatria Bintang jatuh cinta pada puteri bumi,
Ini adalah cinta terlarang yang nista bagi jagad raya,
Untuk mecegah hal ini,
Semesta menciptakan benteng atmosfir,
Agar makhluk langit tak mampu menyentuh bumi.
Sang Ksatria tak gentar arah,
dan mencoba melawan mahadaya Semesta,
Meski ia sadar resikonya ia kan hancur di telan atmosfir.
Ksatria melaju, melesat membelah angkasa,
Dengan kecepatan tinggi ia berusaha menembus benteng atmosfir,
Namun sang Ksatria malang menemui ajalnya,
Tubuhnya pecah menjadi serpihan dan hancur di telan atmosfir,
Sebagaian sisa kehancuran tubuh sang Ksatria masih ada menghiasi langit kutub,
Kita mengenang itu dengan julukan aurora.
Sementara untuk mengenang kegigihan hati sang Ksatria,
Maka setiap kali kita melihat bintang jatuh,
Kita akan berdoa akan sebuah harapan yang kita percayai,
Sebagai manifestasi bahwa harapan itu ada,
Dan jangan pernah berhenti untuk terus berharap,
meski kematian adalah jawaban dari harapan itu,
Inilah wujud kegigihan sang Ksatria Bintang dengan harapannya.